Merasionalkan MEROKOK merugikan Kesehatan dan Perekonomian

kohabar Maret 06, 2022

Menurut data World Healt Organisation (WHO) merokok membunuh  7 juta orang di dunia yang diakibatkan oleh penyakit kardiovaskular seperti penyakit strok dan jantung. Sedangkan kerugian ekonomi mencapai USD 1.4 triliyun untuk pengobatan terkait dengan penyakit stork dan jantung. Di Indonesia menurut data kementrian kesehatan, penyakit strok sebesear 21.1% dan penayakit jantung 12.9% . sedang biaya pengobatan melebihi 10% total iuran BPJS pd tahun 2016 kemarin yaitu 7.4 triliyun rupiah.

Dari uraian diatas, marilah sama-sama kita berpikir sehat, bahwa hal yang paling fundamental dalam hidup adalah kesehatan dan ekonomi. Oleh karena itu marilah sama-sama kita tinggalkan kebiasan merokok tersebut. Ingat nyawa kita tidak di jual di toko mana pun didunia ini. Inilah yang terkesan lucu dan aneh pola berpikirnya kita, bahwa kita lebih memtingkan atau merawat barang-barang yang kita miliki diluar tubuh kita tercinta ini, pada kenyataannya semua barang-tersebut masih banyak di jual. Aneh kan!!!

Sodara-sodara sekalian perlu ingat bahwa segala sesuatu tidak akan berharga, kecuali telah tiada, seperti kesehatan. Sehat akan sangat berharga disaat sakit, keluarga kita yang perokok akan sangar berharga disaat mereka telah tiada yang diakibatkan oleh penyakit jantung. Realitanya merokok bukan satu-satunya penyebab penyakit jantung, tetapi hal ini perlu diingat bahwa pemicu utama dan zat-zat yang terdapat didalam rokok tersebut sangatlah berbahaya buat kesehatan kemudian merugikan perekonomian. Oleh karena itu marilah sama-sama kita saling mengingatkan satu sama lain betapa pentingnya kesehatan.

Khususnya teman-teman mahasiswa yang perokok, karena saya sendiri adalah seorang mahasiswa, tidak layak bagi seorang mahasiwa melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan. Mahasiswa dijadikan panutan bagi masyarakat karena dianggap orang yang memliki pengetahuan luas, tetapi kenyataannya tidak mampu memberikan contoh yang baik terkait persoalan ini. Oleh karena itu, marilah sama-sama kita mahasiswa untuk mencoba merasionalkan masalah ini beserta solusinya di masyarakat.

Sekali lagi, jagalah kesehatan sebelum datanganya penyesalan, karena penyesalan datangya terakhir.